Muda Seudang

MUDA SEUDANG

Muda Seudang Kota Langsa Serukan Semua Pihak Rawat Perdamaian Aceh

Sudah 16 tahun usia perdamaian Aceh hadir pasca penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) di Helsinki, Finlandia antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan pemerintah Indonesia. Organisasi Muda Seudang Kota Langsa menyerukan semua pihak harus menjaga perdamaian tersebut.

“Provinsi Aceh saat ini telah mampu melewati dan melawan keterpurukan. Meskipun, dari segi pembangunan dan kesejahteraan masyarakatnya, Aceh masih perlu terus berbenah,” kata Ketua Organisasi Muda Seudang Kota Langsa, Firdaus Ridwan, S.Sos, pada Rabu (1/9/2021).

Dia menyebut sebelum peristiwa penting itu terjadi, Aceh didera musibah maha dahsyat abad 21, yakni gempa dan gelombang tsunami pada 26 Desember 2004.

Mata dunia kemudian cepat melirik Aceh. Ratusan negara membantu masyarakat Aceh bangkit dari musibah itu. Perdamaian di tanah Serambi Mekkah pun kemudian menyusul datang.

“Maka dari itu, perdamaian ini penting kita jaga bersama. Dia seperti berkah yang walaupun sedikit, namun bisa menghapus luka kita usai bencana tsunami melanda,” ujar Firdaus.

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat di Aceh agar terus memupuk dan menjaga perdamaian di Tanah Serambi Mekkah.

Organisasi Muda Seudang Kota Langsa, tutur Firdaus, akan terus mengawal perdamaian ini dan juga ikut mengawasi program-program yang tengah dan akan dijalankan Pemerintah Aceh.

“Kita mendukung program pemerintah yang berdasarkan kebenaran, keadilan, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia,” tegasnya.

Firdaus mengungkapkan, pihaknya pun siap berpartisipasi aktif membantu Pemerintah dalam pembangunan dan merawat perdamaian di Aceh.

“Mari jadikan Aceh ini sebagai provinsi yang maju, tentram, dan makmur,” pungkasnya.